Uni Afrika Tolak Pemerintahan Tandingan dalam Konflik Sudan

Uni Afrika Tolak Pemerintahan Tandingan dalam Konflik Sudan - WartaRakyat.net

Dewan Perdamaian dan Keamanan Uni Afrika menegaskan penolakannya terhadap campur tangan pihak asing dalam konflik Sudan serta pembentukan pemerintahan tandingan yang berpotensi memecah persatuan negara. Sikap tersebut disampaikan saat delegasi dewan bertemu Ketua Dewan Kedaulatan Sudan Abdel Fattah al-Burhan di Khartoum, Minggu (16/8).

Ketua bergilir Dewan Perdamaian dan Keamanan Uni Afrika, Mohamed Khaled dari Aljazair, mengatakan pertemuan tersebut membahas situasi perdamaian, keamanan, dan stabilitas Sudan. Ia menilai intervensi asing justru berisiko memperburuk konflik yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun.

Khaled juga menegaskan bahwa pembentukan entitas atau pemerintahan alternatif tidak dapat menjadi jalan keluar karena berpotensi mengancam kedaulatan serta keutuhan Sudan. Menurutnya, penyelesaian konflik membutuhkan dialog antarpihak, rekonsiliasi nasional, dan kesepakatan politik yang menyeluruh.

Uni Afrika turut menyambut kembalinya pemerintahan Sudan menjalankan aktivitas dari Khartoum. Langkah tersebut dinilai penting untuk menghidupkan kembali fungsi lembaga negara dan memastikan masyarakat memperoleh layanan dasar.

Khaled mendorong pemerintah serta kelompok politik Sudan memperluas keterlibatan dalam proses transisi. Ia juga menyerukan tercapainya kesepakatan nasional yang dapat menjadi dasar pembentukan sistem konstitusional dan penyelenggaraan pemilu yang bebas serta adil.

Perdana Menteri Sudan Kamil Idris sebelumnya mengatakan dialog antarpihak di negaranya akan segera dimulai. Pernyataan itu disampaikan pada hari yang sama ketika delegasi Uni Afrika melakukan kunjungan ke Sudan.

Konflik bersenjata di Sudan pecah pada April 2023 setelah perselisihan antara tentara nasional dan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF), terutama terkait rencana penggabungan pasukan RSF ke dalam angkatan bersenjata reguler.

Perang tersebut telah menimbulkan dampak kemanusiaan besar. Berdasarkan perkiraan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), puluhan ribu orang meninggal dunia dan sekitar 13 juta warga terpaksa mengungsi akibat konflik.

Website |  + posts

Eka Ramadhan adalah penulis dan jurnalis digital yang memiliki minat dalam berita nasional, teknologi, dan perkembangan media digital. Ia fokus menghadirkan informasi yang akurat, informatif, dan mudah dipahami oleh pembaca modern.