
PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menyambut positif kerja sama Pemerintah Indonesia dan India dalam program konservasi serta restorasi Kompleks Candi Prambanan. Perseroan menilai kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat pelestarian warisan budaya dunia sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global.
Kesepakatan konservasi diumumkan bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia bersama Presiden Prabowo Subianto. Dalam kerja sama tersebut, kedua negara akan melakukan pemugaran terhadap 224 candi perwara di kawasan Candi Prambanan melalui pendekatan ilmiah, mulai dari penelitian arkeologi, dokumentasi digital, rekonstruksi berbasis kecerdasan buatan (AI), hingga pertukaran pengetahuan dan peningkatan kapasitas tenaga konservasi dari kedua negara.
Direktur Utama InJourney Maya Watono mengatakan kolaborasi tersebut mencerminkan bagaimana warisan budaya dapat menjadi sarana mempererat hubungan bilateral sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata. Menurutnya, pelestarian Candi Prambanan tidak hanya berfokus pada aspek konservasi, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi melalui peningkatan kunjungan wisatawan, penciptaan lapangan kerja, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan wisata.
Sebagai pengelola destinasi melalui InJourney Destination Management (IDM), perusahaan memandang kerja sama ini sejalan dengan upaya mengembangkan Prambanan sebagai destinasi budaya kelas dunia. Selain menjaga nilai sejarah dan keaslian situs warisan dunia UNESCO, proyek konservasi juga diharapkan memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang mampu mengelola aset budaya secara berkelanjutan melalui kemitraan internasional.
InJourney juga melihat India sebagai pasar wisata yang memiliki potensi besar. Data perusahaan menunjukkan wisatawan asal India yang berkunjung ke kawasan Candi Prambanan rata-rata mencapai hampir 4.000 orang setiap tahun, sehingga kolaborasi konservasi dinilai dapat meningkatkan minat wisatawan dari negara tersebut. Perseroan berharap proyek restorasi menjadi momentum untuk memperkuat promosi pariwisata budaya Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan quality tourism dan memperpanjang lama tinggal wisatawan mancanegara. Di sisi lain, pemerintah menegaskan seluruh proses konservasi akan tetap mengedepankan prinsip keaslian, keutuhan, dan standar ilmiah agar status Candi Prambanan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO tetap terjaga.
