TEP ITS Kembangkan Layanan Kependudukan Digital di Ransiki

TEP ITS Kembangkan Layanan Kependudukan Digital di Ransiki - WartaRakyat.net

Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan sistem digital yang memungkinkan warga kawasan transmigrasi Ransiki, Manokwari Selatan, Papua Barat, memulai pengajuan dokumen administrasi kependudukan melalui telepon seluler.

Inovasi tersebut dirancang untuk mengatasi persoalan jarak dan keterbatasan akses masyarakat terhadap layanan administrasi kependudukan. Dengan sistem ini, warga tidak harus selalu datang langsung ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk memulai proses pengajuan.

Ketua TEP ITS Yogantara Setya Dharmawan mengatakan teknologi tersebut dibuat dengan konsep sederhana agar mudah digunakan masyarakat. Menurutnya, layanan publik seharusnya dapat menjangkau warga yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan.

Sistem digital itu juga ditujukan untuk mendukung Disdukcapil Kabupaten Manokwari Selatan dalam memperluas jangkauan pelayanan. Warga nantinya dapat menyampaikan kebutuhan administrasi lebih awal melalui perangkat seluler sebelum petugas melakukan pelayanan secara langsung.

Yogantara menegaskan inovasi tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran petugas. Sebaliknya, sistem dirancang untuk memperkuat pola pelayanan jemput bola, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kampung atau wilayah dengan akses terbatas.

Data pengajuan yang masuk dapat membantu pemerintah memperoleh gambaran mengenai kebutuhan dokumen kependudukan sebelum petugas turun ke lapangan. Dengan informasi tersebut, pelayanan dapat dipersiapkan lebih efektif ketika petugas mendatangi wilayah yang jauh dari pusat layanan.

Pengembangan sistem merupakan bagian dari kegiatan TEP ITS di kawasan transmigrasi melalui riset bertajuk “Digitalisasi Kelembagaan Organisasi Non-Profit di Kawasan Transmigrasi Ransiki”.

Dukungan infrastruktur telekomunikasi juga menjadi salah satu faktor penting dalam penerapan layanan tersebut. Berdasarkan RPJMD Provinsi Papua Barat 2025-2029, pada 2024 terdapat 53 kampung atau kelurahan di Manokwari Selatan yang telah memperoleh sinyal internet telepon seluler. Dari jumlah tersebut, 33 wilayah mendapatkan jaringan 4G/LTE, 12 wilayah menerima 3G/H+/EVDO, dan delapan lainnya masih menggunakan jaringan 2,5G/E/GPRS.

Program ini menjadi bagian dari pelaksanaan TEP yang melibatkan perguruan tinggi di berbagai kawasan transmigrasi. Pada 30 Juli 2026, Kementerian Transmigrasi melepas 1.476 peserta yang tergabung dalam 246 tim untuk bertugas di 53 kawasan transmigrasi di Indonesia.

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan keterlibatan perguruan tinggi diharapkan membuat ilmu pengetahuan dan inovasi dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, transformasi kawasan transmigrasi tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas hidup melalui teknologi, sumber daya manusia, dan inovasi.

Pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dinilai perlu terus berkolaborasi agar berbagai inovasi yang dikembangkan dapat menjawab kebutuhan nyata di kawasan transmigrasi, termasuk dalam memperluas akses terhadap pelayanan publik.

Website |  + posts

Galih Pranata adalah penulis dan editor digital yang memiliki pengalaman dalam bidang berita umum, gaya hidup, dan perkembangan teknologi digital. Ia dikenal dengan gaya penulisan yang jelas, informatif, dan mudah dipahami, serta berkomitmen menghadirkan konten yang akurat dan relevan bagi pembaca Warta Rakyat.