Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan negara-negara di kawasan Tanduk Afrika menahan diri dan menghindari langkah yang dapat memperburuk ketegangan. Seruan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres tersebut disampaikan ketika situasi keamanan di kawasan, khususnya Ethiopia bagian utara, kembali memburuk.
Juru Bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric mengatakan Guterres prihatin terhadap meningkatnya ketegangan antarnegara di Tanduk Afrika. Menurutnya, kondisi tersebut terjadi ketika kawasan justru membutuhkan persatuan, dialog, dan kerja sama untuk menjaga perdamaian serta stabilitas.
Guterres meminta seluruh pihak menghindari tindakan yang berpotensi memperluas konflik dan menyelesaikan perbedaan melalui jalur dialog. PBB juga mendorong negara-negara terkait mendukung upaya diplomatik untuk menurunkan ketegangan.
Situasi di Tigray menjadi salah satu faktor utama yang meningkatkan kekhawatiran regional. PBB sebelumnya menyatakan kondisi keamanan di Ethiopia utara memburuk dengan meluasnya pertempuran di sejumlah wilayah serta terganggunya operasi kemanusiaan.
Dalam pernyataan pada September, Guterres telah meminta semua pihak menerapkan pengendalian diri secara maksimal, segera menurunkan eskalasi, melindungi warga sipil, serta memastikan akses bantuan kemanusiaan yang aman dan tanpa hambatan. Ia juga memperingatkan agar tidak ada tindakan yang dapat memicu konflik yang lebih luas.
Ketegangan tersebut turut berdampak pada hubungan Ethiopia dengan negara-negara tetangganya. Eritrea pada awal Oktober memutuskan hubungan diplomatik dengan Ethiopia setelah Addis Ababa menutup kedutaannya di Asmara dan mengusir sejumlah diplomat Eritrea. Ethiopia juga menuduh Eritrea, Sudan, dan Mesir mendukung kelompok oposisi, tuduhan yang dibantah negara-negara tersebut.
Uni Afrika juga menyerukan Ethiopia, Eritrea, dan Mesir menahan diri serta menyelesaikan perselisihan melalui jalur diplomatik. Kondisi ini memperlihatkan bagaimana konflik di Tigray berpotensi memiliki dampak lebih luas terhadap keamanan kawasan Tanduk Afrika.
Tanduk Afrika mencakup wilayah strategis di bagian timur Afrika, antara lain Somalia, Ethiopia, Eritrea, Djibouti, serta Somaliland yang memiliki status pengakuan internasional terbatas. Kawasan tersebut memiliki posisi penting karena berdekatan dengan Laut Merah dan jalur perdagangan internasional.
Galih Pranata adalah penulis dan editor digital yang memiliki pengalaman dalam bidang berita umum, gaya hidup, dan perkembangan teknologi digital. Ia dikenal dengan gaya penulisan yang jelas, informatif, dan mudah dipahami, serta berkomitmen menghadirkan konten yang akurat dan relevan bagi pembaca Warta Rakyat.
