Menteri Luar Negeri China Wang Yi meminta Prancis mematuhi prinsip “Satu China” dan menahan diri dari kontak resmi dengan Taiwan. Beijing juga memperingatkan Paris agar tidak memberikan sinyal yang dinilai dapat mendorong kelompok pendukung kemerdekaan Taiwan.
Pernyataan Wang tersebut disampaikan dalam laporan China Central Television (CCTV) pada Senin. Ia menegaskan bahwa prinsip “Satu China” menjadi dasar politik hubungan kemitraan strategis komprehensif antara China dan Prancis.
Wang berharap Prancis menunjukkan kepatuhan terhadap prinsip tersebut melalui tindakan konkret. Menurutnya, Paris perlu menghindari berbagai bentuk hubungan resmi dengan Taipei serta tidak memberikan pesan yang dapat ditafsirkan sebagai dukungan terhadap kelompok yang menginginkan kemerdekaan Taiwan.
Permintaan tersebut mencerminkan sikap konsisten Beijing terhadap hubungan Taiwan dengan negara-negara asing. China menolak segala bentuk kontak resmi antara pemerintah asing dan Taiwan karena memandang pulau tersebut sebagai bagian dari wilayahnya.
Taiwan telah diperintah secara terpisah dari China daratan sejak 1949. Pulau tersebut memiliki pemerintahan sendiri yang dipilih melalui pemilu dan menjalankan sistem pemerintahan secara mandiri.
Di sisi lain, Taiwan menyatakan dirinya memiliki pemerintahan yang otonom, meskipun belum secara resmi mendeklarasikan kemerdekaan. Perbedaan pandangan mengenai status Taiwan menjadi salah satu persoalan sensitif dalam hubungan lintas Selat Taiwan.
Beijing secara konsisten menentang langkah negara asing yang dinilai meningkatkan hubungan resmi dengan Taipei. Pemerintah China juga menegaskan bahwa kedaulatan China atas Taiwan tidak dapat diperdebatkan.
Dalam konteks hubungan China dan Prancis, Wang menempatkan prinsip “Satu China” sebagai landasan politik yang harus dijaga. Karena itu, Beijing berharap Paris mempertimbangkan sensitivitas isu Taiwan dalam setiap kebijakan maupun interaksi diplomatiknya.
Peringatan tersebut kembali menegaskan posisi China bahwa hubungan resmi negara asing dengan Taiwan dapat berdampak terhadap hubungan bilateral serta stabilitas di kawasan. Beijing juga terus menyerukan agar negara-negara lain menghormati prinsip yang menjadi dasar kebijakan China terhadap Taiwan.
