Pengamat Nilai Kerja Sama Offset Perkuat Industri Pertahanan

Pengamat Nilai Kerja Sama Offset Perkuat Industri Pertahanan - WartaRakyat.net

Kerja sama offset dalam pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) dinilai dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi penguatan industri pertahanan Indonesia. Skema tersebut memungkinkan negara pembeli memperoleh dukungan berupa peningkatan kemampuan sumber daya manusia dan penguasaan teknologi dari produsen alutsista.

Pengamat Pertahanan Marapi Consulting Alman Helvas Ali mengatakan manfaat offset akan lebih besar apabila teknologi yang diperoleh tidak berhenti pada proses penyerapan pengetahuan. Teknologi tersebut, menurut dia, perlu dikembangkan kembali untuk menghasilkan produk yang dapat dibuat oleh industri dalam negeri.

Alman menjelaskan keterlibatan perusahaan pertahanan nasional menjadi faktor penting dalam penerapan skema tersebut. Tanpa kesempatan untuk mengembangkan produk, kemampuan industri dalam negeri dalam menyerap teknologi dari mitra asing akan sulit dibuktikan.

Salah satu peluang yang disorot Alman adalah keterlibatan industri pertahanan Indonesia dalam pengembangan simulator untuk kapal Pattugliatore Polivalente d’Altura (PPA). Menurutnya, perusahaan lokal yang memperoleh pengetahuan melalui offset dapat diberi ruang untuk mengembangkan simulator atau perangkat sejenis yang dibutuhkan untuk kepentingan pertahanan nasional.

Ia menilai pola tersebut dapat membantu industri pertahanan nasional meningkatkan kemampuan secara bertahap. Penguasaan teknologi dari kerja sama dengan perusahaan asing kemudian dapat menjadi dasar bagi pengembangan produk buatan Indonesia.

Pandangan serupa sebelumnya disampaikan Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan Marsma TNI S Arief Hardoyo. Ia mendukung penggunaan skema offset dalam kerja sama industri pertahanan karena menilai pemberian fasilitas transfer of technology (ToT) secara penuh oleh produsen alutsista kepada negara pembeli bukan perkara mudah.

Menurut Arief, pengalaman pengadaan pesawat F-16 menjadi salah satu contoh penerapan offset yang memungkinkan sebagian pekerjaan dilakukan di Indonesia. Ia menilai pendekatan tersebut dapat menjadi sarana bagi industri nasional untuk memperoleh dan mengembangkan pengetahuan teknis dari mitra asing.

Dengan demikian, offset dipandang bukan sekadar kompensasi dalam pengadaan alutsista, tetapi dapat menjadi bagian dari proses penguatan kapasitas industri pertahanan apabila diikuti dengan kesempatan pengembangan produk di dalam negeri.

Website |  + posts

Hana Maharani adalah penulis konten dan jurnalis digital yang fokus pada topik gaya hidup, pendidikan, hiburan, dan isu sosial. Dengan pendekatan penulisan yang kreatif dan informatif, ia berkomitmen menghadirkan artikel yang menarik, akurat, dan mudah dipahami oleh pembaca modern di Warta Rakyat.