Wisatawan China ke Jepang Turun 56 Persen akibat Ketegangan Diplomatik

Wisatawan China ke Jepang Turun 56 Persen akibat Ketegangan Diplomatik - WartaRakyat.net
Wisatawan China ke Jepang Turun 56 Persen akibat Ketegangan Diplomatik - WartaRakyat.net

Jumlah wisatawan asal China yang berkunjung ke Jepang mengalami penurunan tajam sepanjang paruh pertama 2026. Data terbaru menunjukkan kunjungan wisatawan China merosot 56,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, di tengah memburuknya hubungan diplomatik antara kedua negara.

Berdasarkan laporan Organisasi Pariwisata Nasional Jepang (JNTO) yang dikutip Kyodo, jumlah wisatawan China yang datang ke Jepang selama Januari hingga Juni 2026 tercatat sekitar 2,06 juta orang. Penurunan tersebut turut memengaruhi kinerja sektor pariwisata Jepang secara keseluruhan.

Secara total, Jepang menerima sekitar 21,1 juta wisatawan mancanegara pada enam bulan pertama tahun ini, atau turun 2 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Sementara itu, jumlah kunjungan selama Juni 2026 mencapai 3,15 juta wisatawan, turun 6,8 persen secara tahunan.

Meski demikian, penurunan dari pasar China sebagian diimbangi oleh meningkatnya jumlah wisatawan dari Korea Selatan, Taiwan, dan Amerika Serikat, yang tetap menunjukkan pertumbuhan sepanjang tahun ini.

Penurunan signifikan wisatawan China terjadi setelah hubungan Beijing dan Tokyo memburuk menyusul pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengenai situasi keamanan di Selat Taiwan pada November tahun lalu.

Saat itu, Takaichi menyatakan bahwa kemungkinan penggunaan kekuatan militer oleh China terhadap Taiwan dapat menciptakan situasi yang mengancam keberlangsungan keamanan Jepang. Dalam sidang parlemen, ia kembali menegaskan bahwa pernyataan tersebut mencerminkan sikap resmi pemerintah Jepang dan tidak akan ditarik kembali.

Pernyataan tersebut memicu respons keras dari pemerintah China. Beijing kemudian mengeluarkan imbauan kepada warganya untuk tidak melakukan perjalanan wisata ke Jepang sebagai bentuk respons atas meningkatnya ketegangan diplomatik.

China juga kembali menegaskan klaimnya terhadap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan menyatakan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan untuk mewujudkan reunifikasi. Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri China mendesak pemerintah Jepang menarik pernyataan yang dinilai memperburuk hubungan bilateral.

Perkembangan tersebut memberikan dampak langsung terhadap sektor pariwisata Jepang yang selama beberapa tahun terakhir menjadikan wisatawan China sebagai salah satu kontributor terbesar kunjungan internasional. Penurunan arus wisatawan dari negara tersebut kini menjadi tantangan baru bagi industri pariwisata Jepang di tengah upaya pemulihan ekonomi.

Website |  + posts