Konsep Geographical Indication (GI) Tourism di kawasan Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, mulai dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program yang dikembangkan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum tersebut membantu memperkuat promosi produk khas daerah sekaligus menghubungkannya dengan aktivitas pariwisata.
Pemilik Usaha Desa (UD) Podang Mas, Rumi Wikaningtyas, mengatakan konsep GI Tourism memberikan ruang lebih luas untuk memperkenalkan produk olahan carica kepada wisatawan, termasuk pasar di luar negeri. Menurutnya, karakteristik carica yang identik dengan Dieng menjadi nilai tambah dalam kegiatan promosi.
UD Podang Mas telah berdiri sejak 1980 dan kini mempekerjakan lebih dari 25 warga setempat. Usaha tersebut juga menjalin kerja sama dengan sekitar 10 petani pengepul carica untuk memenuhi kebutuhan bahan baku.
Dalam kegiatan produksinya, UD Podang Mas mengolah sekitar 800 kilogram hingga 1 ton buah carica setiap hari. Buah khas dataran tinggi Dieng itu diolah menjadi berbagai produk, mulai dari koktail, minuman, rujak, selai, hingga strudel. Produk turunannya juga mencakup kosmetik dan pakan ternak.
Rumi mengatakan tantangan promosi menjadi salah satu persoalan yang dihadapi ketika usaha tersebut mulai berkembang. Pada tahap awal, pihaknya harus mengikuti berbagai pameran untuk memperkenalkan carica karena produk tersebut memiliki karakteristik yang sangat berkaitan dengan wilayah Dieng.
Upaya perlindungan kekayaan intelektual kemudian turut membantu pengembangan usaha. Selain memberikan perlindungan terhadap produk, pengakuan tersebut dinilai memperkuat kegiatan promosi sehingga carica semakin dikenal sebagai salah satu produk khas yang dibawa pulang wisatawan dari Dieng.
Konsep GI Tourism membuat hubungan antara produk lokal dan destinasi wisata semakin kuat. Wisatawan tidak hanya datang menikmati kawasan Dieng, tetapi juga memperoleh pengalaman mengenal produk yang berasal dari wilayah tersebut.
Di sisi lain, pengembangan GI Tourism juga diarahkan untuk mendukung konservasi kawasan Pegunungan Dieng. Wilayah tersebut menghadapi tekanan lingkungan akibat ekspansi budidaya kentang yang berlangsung dari tahun ke tahun.
Dengan menghubungkan kekayaan intelektual, UMKM, pariwisata, dan konservasi, GI Tourism diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan kawasan Dieng secara lebih berkelanjutan.
Laras Puspitasari adalah penulis dan editor konten digital yang berfokus pada berita gaya hidup, kesehatan, perempuan, dan tren media sosial. Dengan gaya penulisan yang informatif dan menarik, ia berkomitmen menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan mudah dipahami oleh pembaca Warta Rakyat.
