Yaman Memanas, Bab al-Mandab Jadi Titik Rawan Baru

Yaman Memanas, Bab al-Mandab Jadi Titik Rawan Baru - WartaRakyat.net

Perkembangan terbaru di Yaman kembali meningkatkan ketegangan di Timur Tengah setelah kelompok Houthi memperluas pengaruhnya di pesisir Laut Merah dan mendekati kawasan strategis Selat Bab al-Mandab. Perubahan tersebut turut meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur perdagangan dan distribusi energi dunia.

Dalam beberapa pekan terakhir, pasukan Houthi yang dikenal sebagai Ansar Allah merebut sejumlah wilayah di pesisir barat Yaman, termasuk kota pelabuhan Mocha serta Pulau Perim yang berada di dekat jalur sempit Bab al-Mandab. Selat tersebut menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan menjadi jalur penting perdagangan antara Asia, Eropa, serta pengiriman energi.

Kemajuan tersebut terjadi ketika kekuatan yang mendukung pemerintah Yaman menghadapi tekanan di sejumlah front. Houthi kemudian berupaya menguasai posisi strategis di dataran tinggi yang dapat memutus akses antara pesisir Laut Merah dan wilayah yang masih dikuasai pasukan yang didukung Saudi.

Perkembangan ini juga memiliki implikasi bagi Arab Saudi. Kerajaan tersebut mengandalkan jalur Laut Merah untuk sebagian ekspor minyak setelah gangguan terhadap Selat Hormuz. Infrastruktur seperti jaringan pipa Timur-Barat yang menghubungkan wilayah penghasil minyak di timur Saudi dengan terminal Yanbu di Laut Merah menjadi salah satu jalur alternatif ekspor.

Jika akses Bab al-Mandab semakin terganggu, risiko terhadap arus energi dan pelayaran dapat meningkat. Sejumlah laporan menyebut Houthi membatasi ancamannya terutama terhadap kapal atau kepentingan yang terkait dengan Saudi, sementara kelompok tersebut juga mempertahankan komunikasi dengan Amerika Serikat untuk menghindari konflik langsung dengan kapal AS.

Situasi tersebut membuat Riyadh meminta dukungan Washington. Laporan Axios menyebut Putra Mahkota Mohammed bin Salman telah menghubungi Presiden AS Donald Trump dan meminta tindakan militer terhadap Houthi. Namun, Trump dilaporkan memilih untuk tidak melancarkan serangan langsung karena khawatir pembukaan front baru dapat memperluas konflik kawasan.

Dilema Washington semakin kompleks karena Amerika Serikat juga tengah menghadapi ketegangan dengan Iran. Keterlibatan militer AS terhadap Houthi berpotensi meningkatkan risiko serangan terhadap kepentingan Amerika di kawasan, sekaligus memperluas konflik yang sudah berlangsung.

Sementara itu, perkembangan di Yaman telah menimbulkan dampak kemanusiaan. Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) melaporkan sedikitnya 112.000 orang mengungsi di dalam Yaman akibat kekerasan terbaru, sementara ribuan lainnya menyeberang menuju Djibouti.

Dengan posisi Bab al-Mandab yang semakin diperebutkan, konflik Yaman kini tidak hanya berdampak pada dinamika regional, tetapi juga berpotensi memengaruhi keamanan pelayaran dan pasokan energi internasional.

Website |  + posts

Laras Puspitasari adalah penulis dan editor konten digital yang berfokus pada berita gaya hidup, kesehatan, perempuan, dan tren media sosial. Dengan gaya penulisan yang informatif dan menarik, ia berkomitmen menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan mudah dipahami oleh pembaca Warta Rakyat.