Tim nasional Indonesia akan menghadapi tantangan baru saat berjumpa Tim nasional sepak bola Timor Leste dalam lanjutan ASEAN Hyundai Cup (Piala AFF) 2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Chonburi, Thailand, pada Jumat pukul 17.00 WIB itu menjadi laga tandang pertama skuad Garuda sejak ditangani pelatih John Herdman.
Sejak Herdman mengambil alih kursi pelatih, Indonesia telah menjalani lima pertandingan dan seluruhnya dimainkan di kandang. Dari lima laga tersebut, Garuda membukukan empat kemenangan dan hanya sekali menelan kekalahan, yakni saat menghadapi Bulgaria melalui gol penalti.
Performa Indonesia sepanjang periode tersebut juga tergolong impresif. Tim Merah Putih berhasil mencetak 13 gol atau rata-rata 3,25 gol per pertandingan. Selain itu, tiga laga berakhir tanpa kebobolan, sementara satu-satunya kemenangan dengan kebobolan terjadi saat mengalahkan Kamboja pada fase grup Piala AFF 2026.
Meski kali ini berstatus sebagai tim tamu, Indonesia tetap lebih diunggulkan untuk meraih kemenangan. Perbedaan kualitas kedua tim terlihat dari peringkat FIFA, di mana Indonesia menempati posisi 118 dunia, sedangkan Timor Leste berada di peringkat 201.
Catatan pertemuan kedua tim juga memperkuat posisi Indonesia sebagai favorit. Dalam enam duel sejak 2010, Garuda selalu keluar sebagai pemenang. Selama periode tersebut, Indonesia mencetak 21 gol dan hanya kebobolan dua gol.
Pertemuan terakhir berlangsung pada 30 Januari 2022, ketika Indonesia yang saat itu masih dilatih Shin Tae-yong menang telak 3-0 berkat gol Terens Puhiri, Ramai Rumakiek, dan Ricky Kambuaya.
Di ajang Piala AFF sendiri, Indonesia dan Timor Leste baru sekali bertemu, yakni pada edisi 2018. Saat itu Timor Leste sempat unggul lebih dulu melalui Rufino Walter Gama, namun Indonesia membalikkan keadaan menjadi 3-1 lewat gol Alfath Fathier, Stefano Lilipaly, dan Beto Gonçalves.
Selain memiliki rekor buruk melawan Indonesia, Timor Leste juga belum pernah meraih kemenangan sepanjang sejarah keikutsertaannya di Piala AFF. Dari total 18 pertandingan yang telah dijalani hingga edisi 2026, seluruhnya berakhir dengan kekalahan. Tim berjuluk O Sol Nascente itu telah kebobolan 77 gol dan hanya mampu mencetak sembilan gol.
Dengan modal performa yang konsisten, rekor pertemuan yang dominan, serta kualitas skuad yang lebih unggul, Indonesia memiliki peluang besar untuk membuka catatan positif pada laga tandang pertama di era John Herdman. Namun, Garuda tetap dituntut menjaga konsistensi permainan agar mampu memenuhi status sebagai favorit dan melanjutkan tren kemenangan di Piala AFF 2026.
Laras Puspitasari adalah penulis dan editor konten digital yang berfokus pada berita gaya hidup, kesehatan, perempuan, dan tren media sosial. Dengan gaya penulisan yang informatif dan menarik, ia berkomitmen menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan mudah dipahami oleh pembaca Warta Rakyat.
